Selasa, 24 November 2015

HMTS Selenggarakan Kuliah Umum yang bertema “ Penerapan Sistem Resapan Air Hujan “


Pada hari Jum’at, tanggal 20 November 2015, jam 07.00 WIB, Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Negeri Semarang mengadakan Kuliah Umum yang bertema “ Penerapan Sistem Resapan Air Hujan “ yang bertempat di Graha Cendekia, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang. Sebelumnya Himpunan Mahasiswa Teknik sipil UNNES ( HMTS ) berterimakasih kepada seluruh jajaran dosen dan birokrasi Jurusan Teknik Sipil UNNES yang telah membantu kesuksesan acara ini. HMTS yang menjadi penyelenggara acara kuliah umum ini mengundang Ir. Lukito Sp1 sebagai pembicara dari Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Provinsi Jawa Tengah yang dalam hal ini menjelaskan program – program pemerintah mengenai pemanfaatan sumber daya air di provinsi jawa tengah. 
Sedangkan pembicara lainnya HMTS mengundang salah satu dosen ahli hidro dari Universitas Negeri Semarang yaitu Bapak Dr. (Eng) Yeri Sutopo, M.Pd, M.T. Beliau membawakan materi mengenai teori sumur injeksi. Sebagai moderator HMTS mengundang Dr. Rini Kusumawardani, M.T, M.Sc dosen ahli geoteknik dari Universitas Negeri Semarang.
Acara ini dibuka secara langsung oleh Bapak Dr. Nur Qudus, M.T selaku Dekan Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang. Kemudian dihadiri pula beberapa dosen ahli hidro dari Jurusan Teknik Sipil Universitas Negeri Semarang. Acara ini dihadiri sejumlah 200 peserta dari berbagai universitas di Semarang.
Kuliah umum HMTS 2015 pada kesempatan kali ini membahas tentang penerapan sistem resapan air hujan. Menurut bapak Ir. Lukito, Dinas PSDA Provinsi Jawa Tengah telah mengupayakan untuk menyusun dan melaksanakan berbagai program untuk menerapkan dan memaksimalkan sumber daya air di wilayah jawa tengah. Salah satunya yaitu membangun seribu embung di berbagai daerah di jawa tengah yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo dan diawasi oleh gubernur jawa tengah. Hal ini terus di upayakan untuk secepatnya terlaksana karena di jawa tengah baru 20 % pemanfaatan air hujan. Kemudian Bapak Yeri Sutopo menawarkan alternatif sistem sumur injeksi sebagai salah satu solusi untuk memanfaatkan air hujan dan permasalahan air bersih yang terjadi di kalangan masyarakat. Beliau juga menyayangkan atas sikap kebanyakan masyarakat sekitar UNNES yang mengambil sumber air tanah pada kedalaman yang seharusnya meminta ijin pihak pertambangan terlebih dahulu.