Senin, 28 Januari 2013

Pelajaran Penting dari Belajar di Eropa


Pergi ke negeri orang untuk belajar tentu memberikan kesan tersendiri bagi masing-masing orang. Ada empat pelajaran penting yang bisa diperoleh selama menjalaninya. Apa saja?


Mahasiswi semester 7 Swiss German University (SGU), Dwena Dexiana, mengungkapkannya setelah merampungkan program magang di Jerman beberapa waktu lalu. Keempat pelajaran penting yang diperolehnya selama jauh dari Tanah Air adalah betapa pentingnya waktu, keluarga, pengetahuan dan uang. Ia mengaku belajar banyak dari pengalamannya selama tinggal di Jerman selama enam bulan tersebut.

"Waktu. Saat sudah di sana jangan pernah sia-siakan kesempatan yang ada. Bekerja keras dan belajar bahasa yang ada agar bisa bersosialisasi lebih baik karena kita nggak tau kapan bisa ke sana lagi," kata Dwena saat acara pelepasan adik-adik kelasnya untuk magang di Jerman dalam acara "SGU Goes to Europe" di Usmar Ismail Hall, Kuningan, Jakarta, Selasa (22/1/2013).

Kemudian yang kedua adalah arti pentingnya keluarga. Ia mengaku selama bulan pertama di Jerman, dirinya banyak menangis karena kangen dengan keluarga dan suasana rumah. Namun hal itu sedikit terobati saat dirinya mulai sibuk dengan pekerjaan dan bersosialisasi.

"Kalau biasanya di rumah suka ngerasa kurang privasi karena diawasi orang tua terus. Saat di sana bener kerasa banget kangennya. Apalagi kalau pas sakit, bener-bener sendiri dan nggak ada tempat bergantung," ujar Dwena.

Hal ketiga yang penting adalah pengetahuan. Ia menyarankan selama berada di Eropa sebaiknya gali banyak ilmu yang ada di sana. Jika sempat berkunjung ke perpustakaan atau ke toko buku, maka baca buku yang menarik minat tapi sulit didapat di Indonesia.

"Jangan sampe nyesel balik ke Indonesia nggak dapet apa-apa. Di sana gudangnya ilmu pengetahuan, jadi banyak cari tahu," jelas Dwena.

Hal terakhir yang penting adalah uang. Memang benar saat magang tersebut, para peserta magang mendapat honor dari perusahaan. Namun bukan berarti bisa berfoya-foya dan lupa untuk menabung karena berpikir tetap akan kembali lagi ke Indonesia setelah program selesai.

"Gunakan uang seperlunya. Kalau dapat honor, sisihkan sebagian. Pengalaman saya, karena mikirnya dapet honor. Ya udah seneng-seneng aja. Eh ternyata ada masalah jadi gaji nggak turun tiga bulan. Jadinya tiga bulan itu ngirit banget. Mau minta uang ke orang tua gengsi juga," ungkap Dwena.

Courtesy : edukasi.kompas.com