Senin, 28 Januari 2013

Congkestra Unnes Mencapai Musium Rekor Dunia

Sebanyak 348 pemusik dan 48 Penari sesaat sebelum tercatat di Musium Rekor Indonesia (Muri)

Keroncong orkestra (Congkestra) Universitas Negeri Semarang (Unnes) berhasil masuk Museum Rekor Indonesia (MURI) saat atraksi pada pembukaan Dies Natalis Unnes ke-48, Selasa (29/1) di Auditorium Unnes Kampus Sekaran.

Rekor tersebut diserahkan Manager Muri Sri Widayati kepada Rektor Unnes Prof Sudijono Sastroatmodjo. “Kami memberikan rekor ini karena Congkestra tercatat sebagai musik dengan pemain terbanyak yaitu 348 orang, bukan hanya menjadi rekor Indonesia, congkestra ini saya nyatakan juga sebagai rekor dunia,” katanya sembari berkali-kali memuji keberhasilan Unnes dalam mengembangkan kebudayaan Indonesia.
Prof Agus Nuryatin mengemukakan, pada kegiatan bertema konservasi peduli itu, akan diselenggarakan pula beberapa kegiatan sebagai rangkaian perayaan yang bakal dipuncaki pada upacara dies natalis, 30 Maret mendatang. Kegiatan tersebut antara lain beberapa pertandingan olah raga, seni, seminar, konservasi, kerohanian, dan kegiatan dari alumni.
“Wayang Orang Ngesti Pandowo dan wayang kulit purwa dengan dalang Ki Anom Suroto merupakan pentas seni yang juga akan ditampilkan,” katanya.

Konservasi Peduli
Menurut Rektor, tema konservasi peduli adalah sebuah rumusan yang singkat, namun jika kita gali akan terbentang luas dan dalam makna yang dikandungnya, ” konservasi dan peduli ibaratnya dua sisi mata uang yang sama nilainya dan tak dapat dipisahkan atau loro-loroning atunggal, kelihatannya dua tetapi sesungguhnya satu,” papar Prof Sudijono.
Menurutnya, dengan prinsip keseimbangan itulah warga Unnes ini telah bertekad untuk mewujudkan konservasi dengan selalu menjunjung tinggi prinsip perlindungan, pengawetan, pemanfaatan, dan pengembangan secara lestari terhadap sumber daya alam dan budaya luhur bangsa. “ dengan kata lain, lewat konservasi kita harus secara aktif untuk turut memayu hayuning bawono, memayu hayuning bangsa, sekaligus memetri lan marsudi luhuring budaya kita,” kata Rektor.

Selain Keluarga besar Unnes, Gubernur Jawa Tengah Bibit waluyo dan beberapa pejabat Pemprov dan pemkot juga ikut menghadiri acara ini.

Courtesy : unnes.ac.id