Sabtu, 20 Oktober 2012

Bengawan Solo Public Space Design Competition 2012

Dibalik kemahsyurannya di masa lampau, Bengawan Solo telah banyak dilupakan seiring meledaknya modernisasi. Yang memprihatinkan adalah bahwa proses kerusakan ekologi di Sungai Bengawan Solo masih terus berlangsung hingga saat ini, terutama pendangkalan sungai. Permukiman ilegal di bantaran sungai di Kota Solo yang mulai sporadis sejak era reformasi turut memberikan kontribusi bagi kerusakan ekologi tersebut. Pemerintah Kota Solo saat ini masih dan sedang terus merelokasi permukiman-permukiman tersebut sehingga dampak dan bencana ekologis Sungai Bengawan Solo dapat dikurangi. Pemikiran dan perilaku masyarakat masih banyak yang abai terhadap persoalan ekologi sungai. Maka benar adanya ratapan Gesang dalam lagunya : ”Bengawan Solo….riwayatmu kini….”
Archevent 2012 mengusung tema: Reviving Bengawan Solo. Kami mengajak para mahasiswa untuk menyampaikan gagasan-gagasan yang dapat menyelesaikan permasalahan seputar Sungai Bengawan Solo. Dengan tidak melupakan aspek-aspek historis serta budaya, diharapkan pemecahan masalah yang diberikan dapat menjadi nafas segar bagi Bengawan Solo yang kini tengah mati suri. Dengan sekali lagi meminjam salah satu bait lagu Bengawan Solo, semoga suatu hari nanti kita bisa dengan lantang dan bangga berkata bahwa Sungai Bengawan Solo: “Sedari dulu jadi perhatian insani...”

PENGHARGAAN
Pemenang Bengawan Solo Public Space Design Competition 2012 akan mendapatkan hadiah senilai total Rp. 10.600.000,- (sepuluh juta enam ratus ribu rupiah), dengan pembagian sebagai berikut:
Juara I : Rp. 5.000.000,- + Trophy + Piagam penghargaan
Juara II : Rp. 3.000.000,- + Trophy + Piagam penghargaan
Juara III : Rp. 2.000.000,- + Trophy + Piagam penghargaan
Juara IV : Rp. 300.000,- + Piagam penghargaan
Juara V : Rp. 300.000,- + Piagam penghargaan 5 nominator terbaik wajib membuat presentasi dan mempresentasikan hasil karya sayembara dalam acara puncak Festival Kampung

info selengkapnya ...